Jumat, 08 April 2011

Dual Screen Browser

Ada cara menarik untuk para penggemar browsing internet yang suka buka banyak situs dalam beberapa tab pada satu browser. Dengan menggunakan code yang ada dibawah ini kita bisa membuat browser kita menjadi dual screen. Dengan kata lain dalam satu tab browser kita bisa melihat 2 situs sekaligus. Menghemat dalam membuka situs per tab yang ada.
Berikut adalah kode yang kita masukkan ke dalam addres bar browser kita (bisa digunakan di Opera, Firefox, Chrome – Untuk browser lain sepertinya tidak ada masalah sementara baru 3 browser ini yang saya coba dan semuanya befungsi)
javascript:finderonly=location.href;int3rnet=prompt('Masukkan%20URL%201',finderonly);brows3r=prompt('Masukkan%20URL%202',int3rnet);if(int3rnet&&brows3r){F1nd='\n';F1nd+='\n';F1nd+='';with(document){write(F1nd);void(close())}}else{void(null)}
Tinggal copy paste kode di atas ke addres bar, kemudian masukkan alamat url 1 dan alamat url kedua. Simple deh, coba aja sendiri pasti langsung mengerti.

Selasa, 05 April 2011

Jhon Stockton


Lahir: Mar 26, 1962
Berat: 6-1 / 1,85
Tinggi / Berat: 175 cm. / 79,4 kg.
Kampus: Gonzaga '84
Karir Profesional: 18






Pemain idolaku di NBA. Dengan tubuh yang lebih imut dari kebanyakan pemain yang ada saat itu. Stockton adalah seorang leader yang mengkreasi serangan Utah Jazz yang menjadi satu-satunya tim yang dibelanya sejak mengawali karir sebagai seorang rookie. Bahkan awal masuk NBA dia banyak dicemooh oleh banyak orang. Aku melihat videonya saat itu. Saat pemilihan draft, ketika namanya dipilih oleh utah jazz para hadirin yang berada di sana memberikan "boo" kepadanya. Namun ternyata hal itu tidak membuatnya kecil hati dan merasa kecil. Dia malah membuat sejaraah yang sampai saat ini belum bisa di pecahkan bahkan oleh Steve Nash maupun Jason Kidd. Jhon Stockton tercatat sebagai pemain NBA yang paling banyak melakukan assist yaitu sebanyak 15.806. Berikut di bawah ini biografi singkat Jhon Stockton yang kusadur dari wikipedia

Pra NBA
Stockton dilahirkan di Spokane, negara bagian Washington, dari pasangan Clementine Frei dan Jack Stockton. Ia bersekolah SMU di Gonzaga Prep, lulus tahun 1980. Ia kemudian bermain bola basket untuk Gonzaga University di kota kelahirannya tersebut dimana ia mampu mencetak poin rata-rata 20,9 per game dari 57% total tembakan yang dibuatnya selama tahun terakhirnya di universitas tersebut. Ia dipilih oleh tim NBA Utah Jazz di gelombang pertama (pilihan ke-16) di NBA Draft tahun 1984.

Karir NBA

Dengan tinggi badan 1,85 meter, Stockton dianggap sebagai salah seorang pemain basket posisi point guard terbaik dalam sejarah NBA. Selama kariernya ia membukukan poin rata-rata 13,1 dan assist rata-rata 10,5 per game. Ia memegang rekor NBA untuk jumlah assist selama karier (15.806) dan steal (3.265). Ia membukukan lima dari enam musim NBA yang terbanyak jumlah assist-nya dalam sejarah NBA (satu musim lainnya dipegang oleh Isiah Thomas). Ia juga memegang rekor NBA untuk jumlah musim dan jumlah pertandingan berturut-turut yang diikutinya dengan hanya bermain untuk satu NBA team. Total jumlah pertandingan yang diikutinya selama kariernya adalah jumlah terbanyak ketiga dalam sejarah NBA di belakang Kareem Abdul-Jabbar dan Robert Parish. Stockton hanya tidak bermain di 22 pertandingan NBA selama kariernya (18 diantaranya dalam satu musim akibat luka lutut kirinya/MCL). Sebagai perbandingan, ia bermain di 34 pertandingan dimana ia membagikan assist 20 atau lebih.

Stockton tampil di 10 pertandingan All-Star (pertandingan antar-pemain NBA terbaik musim tersebut), dan menjadi co-MVP (co-Most Valuable Player/Pemain Terbaik bersama) dengan rekan satu tim-nya, Karl Malone, ketika pertandingan All-Star diadakan di Salt Lake City, Utah. Ia bermain membela tim bola basket Olimpiade Amerika Serikat (AS) pada tahun 1992 dan 1996 yang dikenal sebagai The Dream Team (Tim Impian) I dan II --- tim bola basket AS pertama yang bermaterikan pemain-pemain NBA.

Stockton dipilih menjadi salah satu dari 50 Greatest Players in NBA History (50 Pemain Terbaik dalam Sejarah NBA) pada tahun 1996. Ia terpilih dua kali menjadi anggota All-NBA First Team (Tim Terbaik Pertama NBA), enam kali di All-NBA Second Team, tiga kali di All-NBA Third Team, dan lima kali di NBA All-Defensive Second Team.

Salah satu penampilan terbaik dalam kariernya terjadi dalam pertandingan ke-6 di Western Conference Finals tahun 1997, dimana ia melakukan tembakan tiga angka yang sukses melewati penjagaan Charles Barkley dan menghantarkan Utah Jazz ke Final NBA untuk pertama kalinya. Utah Jazz juga berlaga di NBA Final tahun 1998 tapi tidak pernah mencapai Western Conference Finals lagi semenjak itu hingga saat ini.

Selama bertahun-tahun, John Stockton dan Karl Malone adalah 'pukulan 1-2' dari Utah Jazz. Keduanya bermain bersama dalam 1.412 pertandingan di belasan musim NBA --- sebuah rekor NBA tersendiri. Mayoritas assist Stockton terjadi atas kerjasamanya dengan Malone.

Stockton memperoleh julukan pemain dengan gaya lama (old school) karena permainan fisiknya (para pemain dan pecinta NBA seringkali menilai dirinya sebagai pemain yang paling susah dihadapi di NBA, biasanya sesudah Karl Malone), karena celana seragamnya yang pendek (ia merupakan pemain NBA terakhir yang masih memakai celana pendek dan bukannya celana 'baggy' seperti pemain NBA lainnya), karena gaya pakaiannya yang konservatif di luar arena (sangat berlawanan dengan gaya pakaian pemain NBA muda yang sangat seronok), dan karena tingkah lakunya yang tertutup.

Stockton menghindari uang-uang sponsor, dan tetap setia kepada Utah Jazz walaupun kerapkali ditawari uang lebih oleh tim NBA lainnya. Di tahun 1996 ia menyetujui kontrak dimana ia menerima jumlah pembayaran yang lebih sedikit supaya tim-nya bisa memiliki dana lebih di tengah-tengah salary-cap (pembatasan jumlah gaji pemain) untuk menjadi lebih baik, namun tetap menuntut agar Delta Center (markas Utah Jazz sebelumnya) tetap menyediakan lapangan es untuk tim hoki es putranya.[1]

Pada tanggal 2 Mei 2003, John Stockton mengumumkan bahwa dirinya pensiun dari NBA lewat suatu pernyataan tertulis dan tidak melakukan kebiasaan pemain NBA lainnya, yaitu melakukan konferensi pers. Utah Jazz kemudian mengadakan upacara pensiun untuk dirinya dimana pemerintah kota Salt Lake City menamai kembali jalan di depan Energy Solutions Arena (markas Utah Jazz) menjadi "John Stockton Drive". Baju seragamnya bernomor 12 dipensiunkan oleh Utah Jazz pada tanggal 22 November 2004. Patung Stockton dapat dilihat di depan Energy Solutions Arena. Patung Karl Malone dipajang didekatnya pada tanggal 23 Maret 2006. Patung-patung Malone dan Stockton berdiri bersama di atas sebuah plakat perunggu untuk memperingati kesuksesan bersama kedua pemain legenda NBA ini.

Pada tanggal 11 Mei 2006 ESPN.com menamakan John Stockton sebagai point guard terbaik NBA sepanjang masa.[2]

Stockton dan istrinya, Nada Stepovich (putri Michael Anthony Stepovich, mantan gubernur negara bagian Alaska), memiliki dua putri: Lindsay dan Laura, dan empat putra: Houston, Michael, David dan Samuel. Mereka tinggal di Spokane, bertetangga dengan rumah orang tua John Stockton.


Senin, 04 April 2011

IMO


Imo adalah nama kucingku yang sudah 1 bulan ini menghiasi rumahku (he3 kayak perabot aja). Awalnya ni kucing datang kerumah bersama kucing tetangga. Biasalah kucing masih muda, lagi main kejar-kejaran. Mereka main sampai masuk ke dalam rumah. Setelah kucing tetangga bosan si imo di campakkan begitu saja di dalam rumahku. Terpaksalah si imo mengurung diri di dalam rumah. Karena imo termasuk kucing pemalu (cuma awal-awal aja,,abiz itu....wuih...). Dia tinggal aja di dalam rumah sambil mondar-mandir menghibur diri sendiri. Karena kebetulan juga di luar lagi ujan. ku ajak aja tidur di kasur (no adult content!). Setelah itu langsung deh akrab ama aku. imo sekarang jadi kucing yang lumayan bawel, misalnya nih..kalo lapar...NGEONG!!,,,kalo ngantuk...NGEONG..NGEONG!!,,kalo haus,,NGEONG!,,kalo tempat tidurnya (di kursi) ada yang nempatin...NGEONG!!,,kalo pengen keluar...NGEONG!!,,kalo pengen tidur dengan tenang (aku biasa iseng sih)...NGEONG!!..kalo lagi marah karena di gangguin terus,,NGEONG!!...pokoknya udah kayak ibu2 tetangga yang lagi ngegosipin artis.. Satu juga yang menjadi masalah adalah makanannya. Tau sendiri kan makan juga perlu duit. Ni kucing kalo makan juga rada-rada obsesi 4 sehat 5 sempurna (khas kucing-just analogy), maunya ikan tongkol, titik.di kasih pindang, kadang dimakan kadang gak. dikasih ayam, pertama sih oke banget, tapi sekarang gak mau blas. So tongkol tiap hari bisa habis 5 potong buat imo sendirian. Aku juga kecipratan ikut-ikutan makan ikan (lauk tiap hari gak jauh-jauh dari yang namanya iwak a.k.a fish a.k.a IKAN!). Oiya satu yang peling menjengkelkan dari imo adalah susah diajari untuk tidak buang air di kamar. semoga aja tu kucing cepat sadar kalo buang air di dalam kamar itu hukumnya haram. Dan haram pula di lakukan dengan sembunyi-sembunyi,,
Tapi biar begitu aku tetap sayang ama imo,,abiz sebenarnya udah lama aku pengen punya peliharaan seekor kucing. Biar bisa di kerjain kalo lagi bosan, biar bisa ngelihat tingkah lucu yang bisa menghibur hati saat bete. biar ada yang nemanin waktu bobo..:-)...